Gabby,
Gilbert dan Ghisel adalah 3 anak remaja yang sudah lama bersahabat sejak duduk
di bangku sekolah dasar. Dimanapun mereka berada, pasti disitu ada kebahagiaan
dan keceriaan. Dan hari ini adalah hari yang sangat menegangkan bagi mereka, karena
sebuah amplop yang berisikan selembar kertas akan mereka dapatkan dari sekolah
mereka. Kertas itu menentukan lulus atau tidaknya mereka dari bangku SMA.
Ketegangan semakin terasa ketika Gabby, Gilbert dan Ghisel akan berangkat
bersama ke sekolah.
Tepat pukul 10.00, semua siswa SMA
Taruna Wijaya masuk kedalam ruangan kelas masing-masing. Ruangan yang tadinya
terasa biasa saja, mendadak menjadi panas, bukan karena tidak ada udara, tapi
karena ketegangan semua siswanya. Sebelum amplop dibagikan, semua siswa
mendapatkan pengarahan dari guru masing-masing dan itu semua membuat jengkel
semua murid.
Akhirnya pesan-pesan yang diberikan
oleh wali kelas berakhir, keadaan bukan semakin mencair, tapi malah semakin
tegang. Satu persatu nama murid dipanggil kedepan. Dag dig dug jantung Gabby
Gilbert dan Ghisel semakin terasa dan terdengar. Demi meredakan ketegangannya,
mereka pun berpegangan tangan dengan eratnya. Tiba-tiba saja nama Gabby
dipanggil........
“Gabby Gabriana Santoso....” panggil
Ibu Guru.
Gabby sangat tegang ketika namanya
dipanggil. Akhirnya dengan ragu-ragu Gabby bangun dari kursinya dan pergi
menuju meja Guru. Ibu Guru-pun memberi Gabby sebuah amplop dan menyuruhnya
untuk pergi keluar untuk membuka amplop tersebut. Selanjutnya Ghisel......
“Ghisella Tanubrata....”
Sama seperti Gabby, Ghisel sangat gugup untuk
mengambil sebuah amplop yang akan diterimanya dari Ibu Guru. Nah ini yang
terakhir, Gilbert......
“Gilbert Antonio Supradja....”
Walaupun terlihat tidak gugup seperti kedua
sahabatnya, Gilbert tetap saja merasa deg-degan untuk mengambil hasil Ujian
Nasionalnya.
Setelah semuanya mendapatkan amplop,
semua siswa SMA Taruna Wijaya berkumpul di Lapangan. Setelah diberi aba-aba
oleh Bapak Kepala Sekolah, akhirnya mereka pun membuka amplopnya masing-masing.
Dan ternyata semua siswa kelas XII SMA Taruna Wijaya lulus dengan nilai yang
sangat memuaskan, maklumlah, sekolah ini adalah salah satu sekolah terbaik di
Kota Bandung, jadi wajar saja jika nilai Ujian mereka memuaskan. Termasuk
Gilbert, Gabby dan Ghisel, mereka mendapatkan nilai yang begitu bagus dan
nyaris sempurna. Mereka berpelukan dengan eratnya untuk merayakan kelulusan
mereka.
Rencananya, setelah lulus SMA mereka
akan melanjutkan pendidikan ke salah satu Universitas Negeri di Jakarta. Tapi,
sepertinya rencana mereka untuk melanjutkan sekolah di Jakarta tidak dapat
tercapai, karena sudah lama, kedua orang tua Gabby menginginkan anaknya untuk
kuliah di Hardvard University di Amerika. Dan itu semua menjadi penghalang bagi
mereka untuk selalu bersama-sama.
2 minggu kemudian, Gilbert, Gabby
dan Ghisel pun pergi ke sebuah tempat untuk merayakan perpisahan mereka. Di
perjalanan, mereka bercerita tentang masa kecil mereka, ketika mereka duduk di
bangku SD hingga sekarang. Mungkin ini adalah kenytaan terberat yang harus
mereka terima, kehilangan salah satu sahabat yang akan pergi jauh ke luar
negeri dan itu semua akan menimbulkan sebuah kerinduan yang teramat dalam.
Terutama untuk Gilbert, selama ini Gilbert-lah yang paling mengerti Gabby. Selama
ini, Gilbert menyimpan sesuatu untuk Gabby, sebuah perasaan yang tidak mungkin
untuk diungkapkan.
Segitu dulu aja kali ya, to be continue....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar