Powered By Blogger

Kamis, 08 Maret 2012

Untitled

           Gabby, Gilbert dan Ghisel adalah 3 anak remaja yang sudah lama bersahabat sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dimanapun mereka berada, pasti disitu ada kebahagiaan dan keceriaan. Dan hari ini adalah hari yang sangat menegangkan bagi mereka, karena sebuah amplop yang berisikan selembar kertas akan mereka dapatkan dari sekolah mereka. Kertas itu menentukan lulus atau tidaknya mereka dari bangku SMA. Ketegangan semakin terasa ketika Gabby, Gilbert dan Ghisel akan berangkat bersama ke sekolah.
            Tepat pukul 10.00, semua siswa SMA Taruna Wijaya masuk kedalam ruangan kelas masing-masing. Ruangan yang tadinya terasa biasa saja, mendadak menjadi panas, bukan karena tidak ada udara, tapi karena ketegangan semua siswanya. Sebelum amplop dibagikan, semua siswa mendapatkan pengarahan dari guru masing-masing dan itu semua membuat jengkel semua murid.
            Akhirnya pesan-pesan yang diberikan oleh wali kelas berakhir, keadaan bukan semakin mencair, tapi malah semakin tegang. Satu persatu nama murid dipanggil kedepan. Dag dig dug jantung Gabby Gilbert dan Ghisel semakin terasa dan terdengar. Demi meredakan ketegangannya, mereka pun berpegangan tangan dengan eratnya. Tiba-tiba saja nama Gabby dipanggil........
            “Gabby Gabriana Santoso....” panggil Ibu Guru.

            Gabby sangat tegang ketika namanya dipanggil. Akhirnya dengan ragu-ragu Gabby bangun dari kursinya dan pergi menuju meja Guru. Ibu Guru-pun memberi Gabby sebuah amplop dan menyuruhnya untuk pergi keluar untuk membuka amplop tersebut. Selanjutnya Ghisel......
            “Ghisella Tanubrata....”
Sama seperti Gabby, Ghisel sangat gugup untuk mengambil sebuah amplop yang akan diterimanya dari Ibu Guru. Nah ini yang terakhir, Gilbert......
            “Gilbert Antonio Supradja....”
Walaupun terlihat tidak gugup seperti kedua sahabatnya, Gilbert tetap saja merasa deg-degan untuk mengambil hasil Ujian Nasionalnya.

            Setelah semuanya mendapatkan amplop, semua siswa SMA Taruna Wijaya berkumpul di Lapangan. Setelah diberi aba-aba oleh Bapak Kepala Sekolah, akhirnya mereka pun membuka amplopnya masing-masing. Dan ternyata semua siswa kelas XII SMA Taruna Wijaya lulus dengan nilai yang sangat memuaskan, maklumlah, sekolah ini adalah salah satu sekolah terbaik di Kota Bandung, jadi wajar saja jika nilai Ujian mereka memuaskan. Termasuk Gilbert, Gabby dan Ghisel, mereka mendapatkan nilai yang begitu bagus dan nyaris sempurna. Mereka berpelukan dengan eratnya untuk merayakan kelulusan mereka.
            Rencananya, setelah lulus SMA mereka akan melanjutkan pendidikan ke salah satu Universitas Negeri di Jakarta. Tapi, sepertinya rencana mereka untuk melanjutkan sekolah di Jakarta tidak dapat tercapai, karena sudah lama, kedua orang tua Gabby menginginkan anaknya untuk kuliah di Hardvard University di Amerika. Dan itu semua menjadi penghalang bagi mereka untuk selalu bersama-sama.

            2 minggu kemudian, Gilbert, Gabby dan Ghisel pun pergi ke sebuah tempat untuk merayakan perpisahan mereka. Di perjalanan, mereka bercerita tentang masa kecil mereka, ketika mereka duduk di bangku SD hingga sekarang. Mungkin ini adalah kenytaan terberat yang harus mereka terima, kehilangan salah satu sahabat yang akan pergi jauh ke luar negeri dan itu semua akan menimbulkan sebuah kerinduan yang teramat dalam. Terutama untuk Gilbert, selama ini Gilbert-lah yang paling mengerti Gabby. Selama ini, Gilbert menyimpan sesuatu untuk Gabby, sebuah perasaan yang tidak mungkin untuk diungkapkan.

Segitu dulu aja kali ya, to be continue....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar