Powered By Blogger

Senin, 23 April 2012

Iseng, buka Looklet dan nge-mix and match. Hasilnya gini deh :)


Aku Bukan Pilihan

Di ujung pengharapanku, aku masih menunggumu
Menunggu kehadiranmu, oh kasihku

Dulu, selalu kau katakan padaku
Akan ada saatnya nanti aku dan kamu satu

Dulu, berjuta janji kau ucapkan
Membuatku semakin bertahan

Dipersimpangan ini aku tergoyahkan
Adakah kau ingat semua janjimu itu?
Akankah aku dan kamu satu?

Namun, harapan itu kini menjadi kian semu
Kau datang, lalu pergi
Kau beri harapan, tapi tidak

Kau seperti hujan
Datang dan membasahi bumi sesuka hati
Kau seperti debu
Mengacaukan dan mngotori fikiranku

Kasih
Jika ya katakanlah ya
Jika tidak, katakanlah tidak
Jangan iya tapi tidak
Seperti ingin, tapi tak ingin

Jika mau, katakanlah bahwa kau bersedia
Jika enggan, katakanlah yang sejujurnya
Karena aku, bukan pilihan.....

Selasa, 17 April 2012

:">

Kamu beruntung bisa bertemu denganku
Tapi aku lebih beruntung karena bisa memilikimu


Arti cinta yang sebenarnya adalah ketika kita dipertemukan oleh Tuhan
Ketika Tuhan mempertemukan kita, aku sangatlah beruntung


Kau adalah kebahagiaanku
Permataku dan cahayaku
Aku redup tanpamu
Aku kemah tanpamu


Kasihku,
Cintailah aku seperti Tuhan menicntaimu
Sayangilah aku seperti Tuhan menyayangimu


Mungkin aku belum misa melindungimu sejeli mata Tuhan
Tapi aku yakin, dengan kekuatan yang telah Tuhan berikan, aku bisa melindungimu 


Aku selalu berdo'a pada-Nya
Tuhan, jadikanlah dia hanya untukku seorang
Jadikanlah maut yang hanya bisa memisahkan kami


Tuhan, hanya padamu aku meminta
Dan apabila kami harus terpisahkan,
Pisahkanlah kami dengan cara yang indah,
Seindah ketika Engkau mempertemukan kami berdua...

Sampai Mana Bisa Bertahan

Dulu, rasa penyesalan dan dosa selalu datang menghantui. Cinta ini memang datang tak disengaja, tak pernah kukira, sehingga aku hanya bermain-main didalamnya. Ketika kukatakan rindu, sebenarnya aku tak pernah merindu. Ketika kukatakan sayang, sebenarnya aku menyayangi yang lain. Ketika kumenatap matanya, sebenarnya aku memikirkan yang lain. Aku bersamanya bukanlah kehendakku, bukan inginku dan bukan pula kebahagiaanku. Terkadang aku sadar, aku sudah bermain terlalu dalam. Aku menyakitinya, aku mengkhianatinya. Sebenarnya aku ingin lari dari permainan ini, tapi apa alasannya. Aku tidak mungkin untuk mengatakan bahwa aku hanya bermain dan tidak pernah menganggap ini serius. Hatinya pasti akan terluka, mungkin dia akan membenciku, selamanya.

Aku mencoba untuk bersabar, ini semua memang salahku. Kisah ini dimulai dengan salah. Kisah ini dimulai dengan permainan yang tiada akhir. Hingga pada akhirnya aku sudah tak tahan untuk mengatakan ini. "Aku benar-benar tidak pernah mencintaimu." Kata-kata itu terlontar keras dari mulutku, aku tahu dia akan terluka. Aku memang bodoh dan aku memang bodoh. Seharusnya aku tidak mengatakn itu padanya hingga membuatnya terluka dan sakit hati. Tapi, disisi lain, bila aku tak mengatakannya, permainan ini akan mencapai level tertinggi, aku tak bisa melakukannya. Aku khilaf, maaf.

Tapi apa yang terjadi, tak sedikitpun terpancar kebencian yang terlihat dari hatinya. Dia menganggap ini semua serius. Dia mencintaiku tanpa tanda tanya. Apa adanya dan tak menuntut apapun. Aku baru sadar, aku terlalu jahat padanya. Aku tak layak memilikinya. Tapi dia selalu meyakinkanku jika semuanya baik-baik saja. Dia selalu menerimaku dan memaafkanku. Aku malu pada diriku, aku malu sungguh malu. Dia selalu bercerita padaku tentang cinta yang sebenarnya. Aku menangis, aku selalu menyesal dan aku selalu teringat tentang permainan itu.

Dia adalah super hero-ku. Dia selalu ada disaat aku membutuhkan pundaknya. Walaupun aku masih merasa bersalah, tapi rasa itu selalu ia tepis dengan senyuman indahnya. Aku belajar mencintainya, walaupun banyak godaan, aku tetap belajar mencintainya. Dengan segala kekurangan dan kelemahanku, kini aku mulai menyayanginya. Aku bisa menerimanya, seperti dia menerimaku. Walaupun itu sulit, sangat sulit. Tapi aku tak mau jatuh dilubang yang sama, aku tak mau kehilangannya dan mengecewakannya untuk yang kesekian kalinya. Kini aku hanya bisa mengikuti waktu dan aku hanya bisa bertanya, sampai mana aku bisa bertahan denganmu, Arreza.....

Kamu

Tahukah kamu, hati ini bagaikan pepohonan gersang yang haus akan kesejukan
Tahukah kamu, jiwa ini bagaikan malam yang merindukan sang bintang

Seandainya kamu tahu...
Terlalu banyak kata untuk mendefiniskan indahnya dirimu
Terlalu banyak kata untuk memuja dirimu

Seharusnya kamu tahu....
Disini aku menunggu dirimu, sehari sebulan setahun bahkan selamanya
Disini aku mencari celah hatimu yang hampir tak terlihat
Disini aku merindukanmu yang selama ini tak pernah merindukanku

Seharusnya kamu mengerti.....
Jiwa ini bergejolak ketika kudengar namamu
Hati ini bergetar ketika kudengar tentang dirimu
Rasa ini semakin dalam ketika kulihat indahnya jiwamu

Tapi,
Aku hanyalah seorang manusia yang punya batas kesabaran
Aku bosan harus menunggumu, dan selalu menunggumu
Walaupun aku tahu, jiwa ini sungguh sulit untuk bersatu dengan jiwamu

Seandainya kamu tahu,
Seandainya kamu bisa mengerti,
Apa yang kurasa dan apa yang ku mau
Ah, itu semua hanya khayalan babuku

Jika diibaratkan,
Kamu adalah raja dan aku hanyalah pengawalmu
Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan
Hanya bisa menjamamu di dalam anganku
Hanya bisa memelukmu di dalam mimpiku

Kamu,
Adalah keindahanku...
Yang tak mungkin bisa kujama...

You're Next

     Gara-gara lagu Tanjung Perak yang dibawakannya pada saat audisi, baru beberapa saat lagu ini dinyanyikan, Ahmad Dhani yang saat itu menjadi juri, langsung memberikan kata Yes! Begitupun dnegan Agnes Monica, dia juga memberikan kata Yes, karena melihat aura bintang ada di diri Dion.
     Dengar suara mulusnya pada saat menyanyikan lagu sik-asik, Dion bisa memikat hati para juri dan fans tentunya. Akhirnya cowok yang lahir 25 tahun yang lalu ini berhasil masuk di babak Spektakuler. Impiannya untuk menjadi seorang bintang sepertinya sudah didepan mata. Awalnya, Dion mengawali karir bernyanyinya dengan menjajal menjadi vokalis band indie beraliran Reggae dan Jazz, hingga bergelut menjadi crew Indonesian Idol.
     Dion adalah penyanyi paket lengkap. Bukan hanya suaranya yang enak didengar, tapi dia juga good looking. Makannya gak heran kalo sekarang fans Dion udah banyak banget apalagi kaum hawa, termasuk saya.
     Dan untuk kalian semua yang masih pengen lita Dinoysius Agung Subagya, kalian tinggal ambil handphone kalian dan vote Dion di ajang Indonesian Idol 2012. Jangan lupa ya vote sebanyak-banyaknya supaya Dion bisa jadi THE NEXT INDONESIAN IDOL! #votefordion



Sabtu, 14 April 2012

Sahabat, satu kata berjuta cerita

    
            Terlalu banyak kata-kata untuk mendefinisikan apa itu sahabat. Sahabat itu aku dan kamu, atau kita. Dimana ada aku disitu ada kamu. Dimana ada kita disitu ada cerita dan bahagia. Tapi, apabila sebuah mesin tidak diberikan pelumas yang baik, maka mesin itupun akan rusak. Begitu-pun dengan persahabatan, apabila tidak saling mengisi dan melindungi, that's nothing. Dulu, aku dan kamu bagaikan sebuah ice cream cup 2 rasa, strawberry dan coklat. Dulu aku dan kamu bagaikan celana dan ikat pinggang. Namun kini kita bagaikan minyak dan air dalam sebuah wajan. Dulu, selalu ada cerita diantara kita. Tapi kini, terlalu banyak dusta yang kita lukiskan di kertas persahabatan kita. Dulu tangis dan tawa kita lahap bersama, tapi kini semuanya habis dan tak tersisa. 

            Sahabatku, pernahkan kau sadari? Kini kita sama-sama sudah dewasa. Kita bukan lagi anak balita yang selalu bertengkar karena memperebutkan setangkai lolipop. Kita bukan anak bayi yang selalu menangis tanpa memberi tahu apa penyebabnya. Kita masih punya mulut dan bibir, tangan dan perasaan. 

            Kata maaf, berjabat tangan, saling memaklumi! Itu semua rasanya sulit untuk kita lakukan sekarang. Kita sama-sama malu dan gengsi. Padahal kita sama-sama ingin mengalah, tapi keegoisan kitalah penghambatnya. Sadarkah kau? Hari-hari kita tidak sehangat mentari lagi. Tak seindah bunga-bunga yang bermekaran lagi. Jikalau kita cerminkan. Kini kita bagaikan tumpukkan sampah yang dipenuhi keegoisan dan dusta.

            Sampai kapan kebisuan ini berlanjut? Sampai kapan telinga ini tuli? Sampai kapan perasaan ini tertutup timbunan sangka? Sampai kapan kita berdiam diri seperti ini?
            Yang kita ingin, beberapa saat lagi kita akan bersatu kembali. Kita tidak akan lagi seperti jari yang kehilangan cincin emas. Kita akan menjadi sebuah puzzle yang utuh. Yang kita tahu, ini semua hanyalah sebuah proses pendewasaan. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang perlu dipersalahkan. Hapus semua dendam dan curiga. Hapus keegoisan itu, hapus dan buang jauh-jauh. Lukiskan pemandangan indah dengan tinta persahabatan kita.
             
              Wahai sahabatku.....