Senin, 23 April 2012
Aku Bukan Pilihan
Di ujung pengharapanku, aku masih menunggumu
Menunggu kehadiranmu, oh kasihku
Dulu, selalu kau katakan padaku
Akan ada saatnya nanti aku dan kamu satu
Dulu, berjuta janji kau ucapkan
Membuatku semakin bertahan
Dipersimpangan ini aku tergoyahkan
Adakah kau ingat semua janjimu itu?
Akankah aku dan kamu satu?
Namun, harapan itu kini menjadi kian semu
Kau datang, lalu pergi
Kau beri harapan, tapi tidak
Kau seperti hujan
Datang dan membasahi bumi sesuka hati
Kau seperti debu
Mengacaukan dan mngotori fikiranku
Kasih
Jika ya katakanlah ya
Jika tidak, katakanlah tidak
Jangan iya tapi tidak
Seperti ingin, tapi tak ingin
Jika mau, katakanlah bahwa kau bersedia
Jika enggan, katakanlah yang sejujurnya
Karena aku, bukan pilihan.....
Menunggu kehadiranmu, oh kasihku
Dulu, selalu kau katakan padaku
Akan ada saatnya nanti aku dan kamu satu
Dulu, berjuta janji kau ucapkan
Membuatku semakin bertahan
Dipersimpangan ini aku tergoyahkan
Adakah kau ingat semua janjimu itu?
Akankah aku dan kamu satu?
Namun, harapan itu kini menjadi kian semu
Kau datang, lalu pergi
Kau beri harapan, tapi tidak
Kau seperti hujan
Datang dan membasahi bumi sesuka hati
Kau seperti debu
Mengacaukan dan mngotori fikiranku
Kasih
Jika ya katakanlah ya
Jika tidak, katakanlah tidak
Jangan iya tapi tidak
Seperti ingin, tapi tak ingin
Jika mau, katakanlah bahwa kau bersedia
Jika enggan, katakanlah yang sejujurnya
Karena aku, bukan pilihan.....
Selasa, 17 April 2012
:">
Kamu beruntung bisa bertemu denganku
Tapi aku lebih beruntung karena bisa memilikimu
Arti cinta yang sebenarnya adalah ketika kita dipertemukan oleh Tuhan
Ketika Tuhan mempertemukan kita, aku sangatlah beruntung
Kau adalah kebahagiaanku
Permataku dan cahayaku
Aku redup tanpamu
Aku kemah tanpamu
Kasihku,
Cintailah aku seperti Tuhan menicntaimu
Sayangilah aku seperti Tuhan menyayangimu
Mungkin aku belum misa melindungimu sejeli mata Tuhan
Tapi aku yakin, dengan kekuatan yang telah Tuhan berikan, aku bisa melindungimu
Aku selalu berdo'a pada-Nya
Tuhan, jadikanlah dia hanya untukku seorang
Jadikanlah maut yang hanya bisa memisahkan kami
Tuhan, hanya padamu aku meminta
Dan apabila kami harus terpisahkan,
Pisahkanlah kami dengan cara yang indah,
Seindah ketika Engkau mempertemukan kami berdua...
Tapi aku lebih beruntung karena bisa memilikimu
Arti cinta yang sebenarnya adalah ketika kita dipertemukan oleh Tuhan
Ketika Tuhan mempertemukan kita, aku sangatlah beruntung
Kau adalah kebahagiaanku
Permataku dan cahayaku
Aku redup tanpamu
Aku kemah tanpamu
Kasihku,
Cintailah aku seperti Tuhan menicntaimu
Sayangilah aku seperti Tuhan menyayangimu
Mungkin aku belum misa melindungimu sejeli mata Tuhan
Tapi aku yakin, dengan kekuatan yang telah Tuhan berikan, aku bisa melindungimu
Aku selalu berdo'a pada-Nya
Tuhan, jadikanlah dia hanya untukku seorang
Jadikanlah maut yang hanya bisa memisahkan kami
Tuhan, hanya padamu aku meminta
Dan apabila kami harus terpisahkan,
Pisahkanlah kami dengan cara yang indah,
Seindah ketika Engkau mempertemukan kami berdua...
Sampai Mana Bisa Bertahan
Dulu, rasa penyesalan dan dosa selalu datang menghantui. Cinta ini memang datang tak disengaja, tak pernah kukira, sehingga aku hanya bermain-main didalamnya. Ketika kukatakan rindu, sebenarnya aku tak pernah merindu. Ketika kukatakan sayang, sebenarnya aku menyayangi yang lain. Ketika kumenatap matanya, sebenarnya aku memikirkan yang lain. Aku bersamanya bukanlah kehendakku, bukan inginku dan bukan pula kebahagiaanku. Terkadang aku sadar, aku sudah bermain terlalu dalam. Aku menyakitinya, aku mengkhianatinya. Sebenarnya aku ingin lari dari permainan ini, tapi apa alasannya. Aku tidak mungkin untuk mengatakan bahwa aku hanya bermain dan tidak pernah menganggap ini serius. Hatinya pasti akan terluka, mungkin dia akan membenciku, selamanya.
Aku mencoba untuk bersabar, ini semua memang salahku. Kisah ini dimulai dengan salah. Kisah ini dimulai dengan permainan yang tiada akhir. Hingga pada akhirnya aku sudah tak tahan untuk mengatakan ini. "Aku benar-benar tidak pernah mencintaimu." Kata-kata itu terlontar keras dari mulutku, aku tahu dia akan terluka. Aku memang bodoh dan aku memang bodoh. Seharusnya aku tidak mengatakn itu padanya hingga membuatnya terluka dan sakit hati. Tapi, disisi lain, bila aku tak mengatakannya, permainan ini akan mencapai level tertinggi, aku tak bisa melakukannya. Aku khilaf, maaf.
Tapi apa yang terjadi, tak sedikitpun terpancar kebencian yang terlihat dari hatinya. Dia menganggap ini semua serius. Dia mencintaiku tanpa tanda tanya. Apa adanya dan tak menuntut apapun. Aku baru sadar, aku terlalu jahat padanya. Aku tak layak memilikinya. Tapi dia selalu meyakinkanku jika semuanya baik-baik saja. Dia selalu menerimaku dan memaafkanku. Aku malu pada diriku, aku malu sungguh malu. Dia selalu bercerita padaku tentang cinta yang sebenarnya. Aku menangis, aku selalu menyesal dan aku selalu teringat tentang permainan itu.
Dia adalah super hero-ku. Dia selalu ada disaat aku membutuhkan pundaknya. Walaupun aku masih merasa bersalah, tapi rasa itu selalu ia tepis dengan senyuman indahnya. Aku belajar mencintainya, walaupun banyak godaan, aku tetap belajar mencintainya. Dengan segala kekurangan dan kelemahanku, kini aku mulai menyayanginya. Aku bisa menerimanya, seperti dia menerimaku. Walaupun itu sulit, sangat sulit. Tapi aku tak mau jatuh dilubang yang sama, aku tak mau kehilangannya dan mengecewakannya untuk yang kesekian kalinya. Kini aku hanya bisa mengikuti waktu dan aku hanya bisa bertanya, sampai mana aku bisa bertahan denganmu, Arreza.....
Aku mencoba untuk bersabar, ini semua memang salahku. Kisah ini dimulai dengan salah. Kisah ini dimulai dengan permainan yang tiada akhir. Hingga pada akhirnya aku sudah tak tahan untuk mengatakan ini. "Aku benar-benar tidak pernah mencintaimu." Kata-kata itu terlontar keras dari mulutku, aku tahu dia akan terluka. Aku memang bodoh dan aku memang bodoh. Seharusnya aku tidak mengatakn itu padanya hingga membuatnya terluka dan sakit hati. Tapi, disisi lain, bila aku tak mengatakannya, permainan ini akan mencapai level tertinggi, aku tak bisa melakukannya. Aku khilaf, maaf.
Tapi apa yang terjadi, tak sedikitpun terpancar kebencian yang terlihat dari hatinya. Dia menganggap ini semua serius. Dia mencintaiku tanpa tanda tanya. Apa adanya dan tak menuntut apapun. Aku baru sadar, aku terlalu jahat padanya. Aku tak layak memilikinya. Tapi dia selalu meyakinkanku jika semuanya baik-baik saja. Dia selalu menerimaku dan memaafkanku. Aku malu pada diriku, aku malu sungguh malu. Dia selalu bercerita padaku tentang cinta yang sebenarnya. Aku menangis, aku selalu menyesal dan aku selalu teringat tentang permainan itu.
Dia adalah super hero-ku. Dia selalu ada disaat aku membutuhkan pundaknya. Walaupun aku masih merasa bersalah, tapi rasa itu selalu ia tepis dengan senyuman indahnya. Aku belajar mencintainya, walaupun banyak godaan, aku tetap belajar mencintainya. Dengan segala kekurangan dan kelemahanku, kini aku mulai menyayanginya. Aku bisa menerimanya, seperti dia menerimaku. Walaupun itu sulit, sangat sulit. Tapi aku tak mau jatuh dilubang yang sama, aku tak mau kehilangannya dan mengecewakannya untuk yang kesekian kalinya. Kini aku hanya bisa mengikuti waktu dan aku hanya bisa bertanya, sampai mana aku bisa bertahan denganmu, Arreza.....
Kamu
Tahukah kamu, hati ini bagaikan pepohonan gersang yang haus akan kesejukan
Tahukah kamu, jiwa ini bagaikan malam yang merindukan sang bintang
Seandainya kamu tahu...
Terlalu banyak kata untuk mendefiniskan indahnya dirimu
Terlalu banyak kata untuk memuja dirimu
Seharusnya kamu tahu....
Disini aku menunggu dirimu, sehari sebulan setahun bahkan selamanya
Disini aku mencari celah hatimu yang hampir tak terlihat
Disini aku merindukanmu yang selama ini tak pernah merindukanku
Seharusnya kamu mengerti.....
Jiwa ini bergejolak ketika kudengar namamu
Hati ini bergetar ketika kudengar tentang dirimu
Rasa ini semakin dalam ketika kulihat indahnya jiwamu
Tapi,
Aku hanyalah seorang manusia yang punya batas kesabaran
Aku bosan harus menunggumu, dan selalu menunggumu
Walaupun aku tahu, jiwa ini sungguh sulit untuk bersatu dengan jiwamu
Seandainya kamu tahu,
Seandainya kamu bisa mengerti,
Apa yang kurasa dan apa yang ku mau
Ah, itu semua hanya khayalan babuku
Jika diibaratkan,
Kamu adalah raja dan aku hanyalah pengawalmu
Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan
Hanya bisa menjamamu di dalam anganku
Hanya bisa memelukmu di dalam mimpiku
Kamu,
Adalah keindahanku...
Yang tak mungkin bisa kujama...
Tahukah kamu, jiwa ini bagaikan malam yang merindukan sang bintang
Seandainya kamu tahu...
Terlalu banyak kata untuk mendefiniskan indahnya dirimu
Terlalu banyak kata untuk memuja dirimu
Seharusnya kamu tahu....
Disini aku menunggu dirimu, sehari sebulan setahun bahkan selamanya
Disini aku mencari celah hatimu yang hampir tak terlihat
Disini aku merindukanmu yang selama ini tak pernah merindukanku
Seharusnya kamu mengerti.....
Jiwa ini bergejolak ketika kudengar namamu
Hati ini bergetar ketika kudengar tentang dirimu
Rasa ini semakin dalam ketika kulihat indahnya jiwamu
Tapi,
Aku hanyalah seorang manusia yang punya batas kesabaran
Aku bosan harus menunggumu, dan selalu menunggumu
Walaupun aku tahu, jiwa ini sungguh sulit untuk bersatu dengan jiwamu
Seandainya kamu tahu,
Seandainya kamu bisa mengerti,
Apa yang kurasa dan apa yang ku mau
Ah, itu semua hanya khayalan babuku
Jika diibaratkan,
Kamu adalah raja dan aku hanyalah pengawalmu
Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan
Hanya bisa menjamamu di dalam anganku
Hanya bisa memelukmu di dalam mimpiku
Kamu,
Adalah keindahanku...
Yang tak mungkin bisa kujama...
You're Next
Gara-gara lagu Tanjung Perak yang dibawakannya pada saat audisi, baru beberapa saat lagu ini dinyanyikan, Ahmad Dhani yang saat itu menjadi juri, langsung memberikan kata Yes! Begitupun dnegan Agnes Monica, dia juga memberikan kata Yes, karena melihat aura bintang ada di diri Dion.
Dengar suara mulusnya pada saat menyanyikan lagu sik-asik, Dion bisa memikat hati para juri dan fans tentunya. Akhirnya cowok yang lahir 25 tahun yang lalu ini berhasil masuk di babak Spektakuler. Impiannya untuk menjadi seorang bintang sepertinya sudah didepan mata. Awalnya, Dion mengawali karir bernyanyinya dengan menjajal menjadi vokalis band indie beraliran Reggae dan Jazz, hingga bergelut menjadi crew Indonesian Idol.
Dion adalah penyanyi paket lengkap. Bukan hanya suaranya yang enak didengar, tapi dia juga good looking. Makannya gak heran kalo sekarang fans Dion udah banyak banget apalagi kaum hawa, termasuk saya.
Dan untuk kalian semua yang masih pengen lita Dinoysius Agung Subagya, kalian tinggal ambil handphone kalian dan vote Dion di ajang Indonesian Idol 2012. Jangan lupa ya vote sebanyak-banyaknya supaya Dion bisa jadi THE NEXT INDONESIAN IDOL! #votefordion
Dengar suara mulusnya pada saat menyanyikan lagu sik-asik, Dion bisa memikat hati para juri dan fans tentunya. Akhirnya cowok yang lahir 25 tahun yang lalu ini berhasil masuk di babak Spektakuler. Impiannya untuk menjadi seorang bintang sepertinya sudah didepan mata. Awalnya, Dion mengawali karir bernyanyinya dengan menjajal menjadi vokalis band indie beraliran Reggae dan Jazz, hingga bergelut menjadi crew Indonesian Idol.
Dion adalah penyanyi paket lengkap. Bukan hanya suaranya yang enak didengar, tapi dia juga good looking. Makannya gak heran kalo sekarang fans Dion udah banyak banget apalagi kaum hawa, termasuk saya.
Dan untuk kalian semua yang masih pengen lita Dinoysius Agung Subagya, kalian tinggal ambil handphone kalian dan vote Dion di ajang Indonesian Idol 2012. Jangan lupa ya vote sebanyak-banyaknya supaya Dion bisa jadi THE NEXT INDONESIAN IDOL! #votefordion
Sabtu, 14 April 2012
Sahabat, satu kata berjuta cerita
Terlalu banyak kata-kata untuk mendefinisikan apa
itu sahabat. Sahabat itu aku dan kamu, atau kita. Dimana ada aku disitu ada
kamu. Dimana ada kita disitu ada cerita dan bahagia. Tapi, apabila sebuah mesin
tidak diberikan pelumas yang baik, maka mesin itupun akan rusak. Begitu-pun
dengan persahabatan, apabila tidak saling mengisi dan melindungi, that's
nothing. Dulu, aku dan kamu bagaikan sebuah ice cream cup 2 rasa, strawberry
dan coklat. Dulu aku dan kamu bagaikan celana dan ikat pinggang. Namun kini kita
bagaikan minyak dan air dalam sebuah wajan. Dulu, selalu ada cerita diantara
kita. Tapi kini, terlalu banyak dusta yang kita lukiskan di kertas persahabatan
kita. Dulu tangis dan tawa kita lahap bersama, tapi kini semuanya habis dan tak
tersisa.
Sahabatku,
pernahkan kau sadari? Kini kita sama-sama sudah dewasa. Kita bukan lagi anak
balita yang selalu bertengkar karena memperebutkan setangkai lolipop. Kita
bukan anak bayi yang selalu menangis tanpa memberi tahu apa penyebabnya. Kita
masih punya mulut dan bibir, tangan dan perasaan.
Kata
maaf, berjabat tangan, saling memaklumi! Itu semua rasanya sulit untuk kita
lakukan sekarang. Kita sama-sama malu dan gengsi. Padahal kita sama-sama ingin
mengalah, tapi keegoisan kitalah penghambatnya. Sadarkah kau? Hari-hari kita
tidak sehangat mentari lagi. Tak seindah bunga-bunga yang bermekaran lagi.
Jikalau kita cerminkan. Kini kita bagaikan tumpukkan sampah yang dipenuhi
keegoisan dan dusta.
Sampai
kapan kebisuan ini berlanjut? Sampai kapan telinga ini tuli? Sampai kapan
perasaan ini tertutup timbunan sangka? Sampai kapan kita berdiam diri seperti
ini?
Yang
kita ingin, beberapa saat lagi kita akan bersatu kembali. Kita tidak akan lagi
seperti jari yang kehilangan cincin emas. Kita akan menjadi sebuah puzzle yang
utuh. Yang kita tahu, ini semua hanyalah sebuah proses pendewasaan. Tidak ada
yang salah dan tidak ada yang perlu dipersalahkan. Hapus semua dendam dan
curiga. Hapus keegoisan itu, hapus dan buang jauh-jauh. Lukiskan pemandangan
indah dengan tinta persahabatan kita.
Wahai
sahabatku.....
Langganan:
Komentar (Atom)


