Powered By Blogger

Sabtu, 14 April 2012

Sahabat, satu kata berjuta cerita

    
            Terlalu banyak kata-kata untuk mendefinisikan apa itu sahabat. Sahabat itu aku dan kamu, atau kita. Dimana ada aku disitu ada kamu. Dimana ada kita disitu ada cerita dan bahagia. Tapi, apabila sebuah mesin tidak diberikan pelumas yang baik, maka mesin itupun akan rusak. Begitu-pun dengan persahabatan, apabila tidak saling mengisi dan melindungi, that's nothing. Dulu, aku dan kamu bagaikan sebuah ice cream cup 2 rasa, strawberry dan coklat. Dulu aku dan kamu bagaikan celana dan ikat pinggang. Namun kini kita bagaikan minyak dan air dalam sebuah wajan. Dulu, selalu ada cerita diantara kita. Tapi kini, terlalu banyak dusta yang kita lukiskan di kertas persahabatan kita. Dulu tangis dan tawa kita lahap bersama, tapi kini semuanya habis dan tak tersisa. 

            Sahabatku, pernahkan kau sadari? Kini kita sama-sama sudah dewasa. Kita bukan lagi anak balita yang selalu bertengkar karena memperebutkan setangkai lolipop. Kita bukan anak bayi yang selalu menangis tanpa memberi tahu apa penyebabnya. Kita masih punya mulut dan bibir, tangan dan perasaan. 

            Kata maaf, berjabat tangan, saling memaklumi! Itu semua rasanya sulit untuk kita lakukan sekarang. Kita sama-sama malu dan gengsi. Padahal kita sama-sama ingin mengalah, tapi keegoisan kitalah penghambatnya. Sadarkah kau? Hari-hari kita tidak sehangat mentari lagi. Tak seindah bunga-bunga yang bermekaran lagi. Jikalau kita cerminkan. Kini kita bagaikan tumpukkan sampah yang dipenuhi keegoisan dan dusta.

            Sampai kapan kebisuan ini berlanjut? Sampai kapan telinga ini tuli? Sampai kapan perasaan ini tertutup timbunan sangka? Sampai kapan kita berdiam diri seperti ini?
            Yang kita ingin, beberapa saat lagi kita akan bersatu kembali. Kita tidak akan lagi seperti jari yang kehilangan cincin emas. Kita akan menjadi sebuah puzzle yang utuh. Yang kita tahu, ini semua hanyalah sebuah proses pendewasaan. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang perlu dipersalahkan. Hapus semua dendam dan curiga. Hapus keegoisan itu, hapus dan buang jauh-jauh. Lukiskan pemandangan indah dengan tinta persahabatan kita.
             
              Wahai sahabatku.....



 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar